Begini Cara Hitung Pajak Penghasilan

Begini Cara Hitung Pajak Penghasilan

Cara Hitung Pajak Penghasilan PPh atau Pajak Pendapatan ialah tipe pajak yang ditanggung ke orang individu atau tubuh usaha atas pendapatan yang diterima. Pendapatan sebagai object pajak, mencakup upah, gaji, sokongan, honor, komisi, hadiah, keuntungan usaha, keuntungan karena pemasaran atau peralihan harta, dan yang lain yang ditata dalam ketentuan perundang-undangan.

Pemerintahan sudah mengganti UU Pajak Pendapatan dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 mengenai Harmonisasi Ketentuan Perpajakan (UU HPP). Dalam ketentuan terkini ini, ada tambahan susunan biaya pajak pendapatan untuk PPh Harus Pajak Orang Individu.

Biaya Pajak Pendapatan Terkini

Peralihan susunan biaya pajak pendapatan orang individu tersangkut layer biaya dan batas pendapatan. Dalam UU PPh awalnya, susunan terikuth pendapatan cuman capai Rp 50 juta.

Batas pendapatan itu dinaikkan dalam UU HPP jadi Rp 60 juta /tahun. Tetapi biaya PPh perseorangan masih tetap 5%.

Susunan pendapatan terkena pajak (PKP) paling tinggi awalnya cuman sampai di atas Rp 500 juta dengan biaya 30%. Tapi sekarang ada susunan yang kenakan biaya PPh Orang Individu semakin besar yang berpendapatan tinggi.

Undang-Undang PPh Penghasilan Kena Pajak Setahun Tarif Pajak Penghasilan
Sampai dengan Rp 50 juta Tarif 5%
Lebih Rp 50 juta–Rp 250 juta Tarif 15%
Lebih Rp 250 juta–Rp 500 juta Tarif 25%
Lebih Rp 500 juta Tarif 30%

Berubah Menjadi

Undang-Undang PPh Penghasilan Kena Pajak Setahun Tarif Pajak Penghasilan
Sampai dengan Rp 60 juta Tarif 5%
Lebih Rp 60 juta–Rp 250 juta Tarif 15%
Lebih Rp 250 juta–Rp 500 juta Tarif 25%
Lebih Rp 500 juta–Rp 5 miliar Tarif 30%
Lebih 5 miliar Tarif 35%

Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Pendapatan tidak terkena pajak ialah pengurangan pendapatan neto yang dikasih ke harus pajak orang individu dalam negeri untuk tentukan jumlah pendapatan terkena pajak.

👉 Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Naik, Ini Penyebabnya !

Besaran PTKP dalam UU HPP diputuskan sejumlah Rp 54 juta satu tahun. Maknanya, upah tidak lebih dari Rp 4,5 juta /bulan atau Rp 54 juta /tahun tidak terkena pajak pendapatan, terutamanya Pajak Pendapatan 21 atau PPh 21.

PTKP ini menjadi dasar penghitungan PPh 21. PPh 21 ialah pajak yang dikenai berkenaan dengan tugas atau kedudukan, jasa atau aktivitas yang didapat harus pajak orang individu dalam negeri. Mencakup karyawan atau pegawai, PNS, bukan karyawan (yang lakukan tugas bebas), yang menerima pensiun.

Besaran pendapatan tidak kena pajak /tahun untuk harus pajak orang individu:

  • Rp 54 juta, untuk wajib pajak bagi orang yang berstatus lajang
  • Rp 4,5 juta, tambahan untuk wajib pajak dengan status kawin
  • Rp 54 juta, tambahan untuk istri yang penghasilannya telah digabung dengan penghasilan suami
  • Rp 4,5 juta, tambahan untuk setiap anggota keluarga yang sedarah, dan keluarga dalam garis keturunan yang sama, serta anak angkat yang menjadi tanggungan keluarga. Paling banyak terdapat 3 orang untuk setiap keluarganya.

Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak

Contoh cara menghitung penghasilan tidak kena pajak:

Kamu wanita bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan. Sudah menikah, tetapi belum memiliki anak.

Perhitungan penghasilan tidak kena pajak

PTKP  = (Rp 54.000.000,00  + Rp 4.500.000,00) = Rp 58.500.000

Jika kalian sedang bekerja, atau sudah menikah, dan memiliki dua anak, dan semua penghasilannya digabung dengan suami, maka nilai penghasilan tidak kena pajak:

PTKP = Rp 54.000.000 + 4.500.000 PTKP kawin + Rp 9.000.000,00  (PTKP 2 anak Rp 4.500.000,00) + Rp 54.000.000,00   = Rp 121.500.000,00.

Keterangan Status Besaran PTKP
(WP) Tidak Kawin Tanpa Tanggungan TK/0 Rp 54.000.000,00
(WP) Tidak Kawin Punya 1 Tanggungan TK/1 Rp 58.500.000,00
(WP) Tidak Kawin Punya 2 Tanggungan TK/2 Rp 63.000.000,00
(WP) Tidak Kawin Punya 3 Tanggungan TK/3 Rp 67.500.000,00
(WP) Kawin Tanpa Tanggungan K/0 Rp 58.500.000,00
(WP) Kawin Punya 1 Tanggungan K/1 Rp 63.000.000,00
(WP) Kawin Punya 2 Tanggungan K/2 Rp 67.500.000,00
(WP) Kawin Punya 3 Tanggungan K/3 Rp 72.000.000,00
(WP) Kawin dan Penghasilan Istri Digabung dengan Penghasilan Suami Tanpa Tanggungan K/I/0 Rp 112.500.000,00
(WP) Kawin dan Penghasilan Istri Digabung dengan Penghasilan Suami Punya 1 Tanggungan K/I/1 Rp 117.000.000,00
(WP) Kawin dan Penghasilan Istri Digabung dengan Penghasilan Suami Punya 2 Tanggungan K/I/2 Rp 121.500.000,00
(WP) Kawin dan Penghasilan Istri Digabung dengan Penghasilan Suami Punya 3 Tanggungan K/I/3 Rp 126.000.000,00
👉 Baca Juga :  Tahun Baru Imlek Jatuh Pada 1 Februari 2022, Year Of Tiger

Cara Hitung Pajak Penghasilan, Begini cara hitung pajak penghasilan yang benar bisa dilihat dari contoh sebagai berikut:

Contoh 1:

Samsul seorang buruh di sebuah perusahaan swasta dan status masih single. Samsul memperoleh gaji bersih per bulannya sebesar Rp 5 juta atau Rp 60 juta per tahun.

  1. Hitung PTKP

Karena Samsul statusnya belum menikah, maka PTKP yang diperoleh senilai Rp 54.000.000,00

  1. Hitung Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Rumus menghitung Penghasilan Kena Pajak

PKP     = Penghasilan neto – PTKP = (Rp 60.000.000,00 – Rp 54.000.000,00) = Rp 6.000.000,00

  1. Dilihat dari lapisan tarif PPh dan hitung tariff pajaknya

Karena Penghasilan Kena Pajak Samsul kurang dari Rp 60 juta setahun, maka hanya dikenakan tarif PPh sebesar 5%

PPh 21 Terutang         = Tarif PPh x PKP (5% x Rp 6.000.000,00) = Rp 300.000,00  per tahun.

Pajak Penghasilan Pasal 21 tersebut sudah dipotong oleh perusahaan atau pemberi kerja, sehingga saat Samsul melaporkan SPT Tahunan, maka pajaknya akan kosong atau nihil.

Contoh 2

Sarip seorang kepala keluarga dengan tanggungan 1 anak. Ia mempunyai penghasilan net Rp 15.000.000 per bulannya.

Penghasilan neto setahun      = Rp 15.000.000,00  x 12  = Rp 180.000.000,00

PTKP = Rp 54.000.000,00  + Rp 4.500.000,00  + Rp 4.500.000,00  = Rp 63.000.000,00

PKP   = Rp 180.000.000,00  – Rp 63.000.000,00   = Rp 117.000.000,00

Sarip akan dikenakan dua lapisan tarif pajak penghasilan. Lapisan pertama, dikenakan tarif 5% untuk penghasilan Rp 60.000.000,00. Dan lapisan kedua, sisa PKP Rp 57.000.000,00  dikenakan tarif PPh 15%

Tarif 5%          = Rp 60.000.000,00 x 5% = Rp 3.000.000,00

Tarif 15%        = Rp 57.000.000,00  x 15% = Rp 8.550.000,00

Pajak Penghasilan yang harus dibayar per tahun     = Rp 3.000.000,00  + Rp 8.550.000,00  = Rp 11.550.000,00.

Contoh 3

👉 Baca Juga :  Menilik Desain Ibukota Baru Indonesia Karya I Nyoman Nuarta

Nia diketahui memiliki Penghasilan dan dikenai Pajak sebesar Rp 1 miliar per tahun. Maka perhitungan pajak penghasilan yang harus dibayar oleh Nia adalah:

Tarif dengan 5%          = (Rp 60.000.000,00 x 5%) = Rp 3.000.000,00

Tarif dengan 15%        = (Rp 250.000.000,00  x 15%) = Rp 37.500.000,00

Tarif dengan 25%        = (Rp 500.000.000,00  x 25%) = Rp 125.000.000,00

Tarif dengan 30%        = (Rp 190.000.000,00  x 30%) = Rp 57.000.000,00.

PPh Terutang  = (Rp 3.000.000,00  + Rp 37.500.000,00  + Rp 125.000.000,00  + Rp 57.000.000,00) = Rp 222.500.000,00.

Bayar Pajak sesuai Ketetapan

Indonesia berpedoman mekanisme perpajakan self assesment. Yaitu harus pajak hitung, mempertimbangkan, menyerahkan, dan melapor kewajiban perpajakannya sendiri.

Maka jauhi kekeliruan hitung pajak pendapatan yang berpengaruh pada kurang bayar pajak. Kekurangan ini harus dibayar, karena bila tidak terkena ancaman jika satu saat kedapatan petugas pajak.

Oleh karena itu, selalu turuti perubahan terkini masalah perpajakan, terhitung biaya pajak pendapatan yang berjalan. Pokoknya, harus pajak harus bayar pajak sama sesuai ketentuan perundang-undangan.