pemerintah bagi-bagi subsidi kuota belajar kemendikbud 2022

Syarat Mendapatkan Kuota Belajar Kemendikbud 2022

Subsidi Kuota Belajar Kemendikbud sangat membantu dalam pelaksanaan pembelajaran selama adanya pandemic, Kemendikbud sudah menyediakan kuota belajar dimana program ini merupakan bentuk dari adanya kepedulian dalam dunia pendidikan yang mana sekarang tidak bisa diakses dengan tatap muka melainkan hanya bisa diakses menggunakan Via Meet atau Virtual saja.

Subsidi Kuota Belajar Kemendikbud akan diberikan kepada seluruh jenjang pendidikanyang ada di Indonesia, Mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA dan Program S1. Pemberian Subsidi Kuota juga akan diberikan kepada pengajar yang masih aktif mengajar di berbagai sekolahan, seperti Guru dan Dosen.

Subsidi Kuota Belajar Kemendikbud

Bantuan Kuota Belajar Merupakan bantuan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada elemen yang ada di dunia pendidikan dalam bentuk Internet atau akses nirkabel yang bertujuan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pengajaran agar tetap berjalan walau dengan keadaan pandemic covid-19.

Subsidi kuota belajar Kemendikbud sudah diadakan sejak awal tahun 2020 dan menjadi awal migrasi metode pembelajaran yang ada di dunia pendidikan di Indonesia, dimana pelajar melaksanakan pembelajaran dengan guru, dosennya dengan cara tidak langsung tatap muka, melainkan dengan pertemuan yang dilakukan dengan akses internet dengan virtual atau zoom.

Aplikasi yang diblokir oleh Kemendikbud dalam akses Subsidi Kuota Belajar Kemendikbud

Ada beberapa aplikasi yang tidak bisa diakses menggunakan kuota yang telah diberikan oleh kemendikbud, seperti Facebook, Twitter, TikTok dan Instagram Hal demikian karena dalam memperketat system pembelajaran dan efisiensi penggunaan subsidi kuota belajar kemendikbud.

👉 Baca Juga :  Begini Cara Hitung Pajak Penghasilan

Jika ada beberapa aplikasi yang diblokir untuk kemaslahatan pelajar, maka sudah pasti ada beberapa aplikasi juga yang diperbolehkan atau dilegalkan dalam pengaksesan untuk menunjang pembelajaran pelajar. Seperti halnya :

Aminin, AyoBelajar, Bahaso, Cakap, Birru, Eduka System, Google Classroom, Rumah Belajar, WhatsApp dan masih ada beberapa aplikasi yang belum tersebutkan.

Syarat Menerima Subsidi Kuota Belajar Kemendikbud

Dalam rincian subsidi kuota belajar kemendikbud dosen pada tahun 2021 mengalami perubahan sedikit dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal ini disebabkan jumlah subsidi kuota yang diperoleh lebih besar dibanding tahun ini yang mana kuota tersebut dibagi menjadi kuota umum dan kuota belajar.

Dikutip dari buku pedoman Kuota Kemendikbud, ada beberapa syarat untuk penerima Subsidi kuota, diantaranya :

Status Pendidikan Syarat Subsidi Kuota
PAUD -Terdaftar di aplikasi Dapodik;

-Memiliki Nomor WA Aktif (Ortu, Wali Murid, Sanak Saudara).

7 GB per bulan
SD/SMP/SMA – Terdaftar di aplikasi Dapodik dan berstatus aktif;

-Memiliki No WA Aktif.

 

10 GB per bulan
Mahasiswa -Terdaftar di aplikasi PD Dikti;

-Memiliki No WA Aktif.

 

12 GB per bulan
Dosen -Terdaftar di aplikasi PD Dikti;

-Memiliki No NIDN, NIDK atau NUP;

-Memiliki No WA Aktif.

15 GB per bulan

Pada dasarnya pengadaaan subsidi kuota belajar kemendikbud hanya bisa digunakan untuk mengakses pembelajaran dengan online bukan untuk hiburan semata, dan pencairanbantuan ini akan dijadwalkan setiap bulannya, begitupun bagi dosesn atau guru.

Bagi dosen yang ingin mengajukan penerimaan bantuan ini, pastikan dulu sudah memenuhi syaratnya seperti pemaparan di atas. Adanya bantuan Kuota Belajar juga perlu diakui memberi banyak manfaat bagi para penerimanya. Seperti:

  1. Membantu Berhemat

Manfaat pertama dari bantuan ini tentu saja untuk berhemat, sehingga para dosen dan peserta bantuan lain tidak lagi mengeluh boros. Sebab perlu diakui kuota yang dibutuhkan untuk mengakses internet akan lebih tinggi dibanding hari biasa. Apalagi untuk pengadaan kelas online lewat aplikasi video telekonferensi.

Bantuan Kuota Belajar nantinya akan memangkas penggunaan dana pribadi untuk keperluan membeli kuota internet. Berhubung kuota dibatasi untuk kegiatan belajar dan mengajar. Maka bisa digunakan di jam-jam ketika memang tengah diadakan pembelajaran.

  1. Memaksimalkan Kegiatan Belajar dan Mengajar

Adanya akses gratis untuk membuka aplikasi dan situs tertentu yang sudah ditentukan pihak Kemendikbud. Tentu memberi kemudahan bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen untuk memaksimalkan kegiatan belajar dan mengajar.

Dosen bisa dengan mudah mempelajari materi perkuliahan mengandalkan situs-situs pendidikan. Sehingga lebih mudah menyampaikan materi perkuliahan secara online dan tetap efektif.

Diharapkan dengan adanya Kuota Belajar Kemendikbud Dosen maka tidak ada lagi resiko tidak bisa mengikuti kelas. Yakni dengan alasan kuota internet sudah habis dan tidak memiliki uang untuk membelinya.

Bantuan ini sendiri diberikan rutin per bulan, sehingga dengan jumlah kuota yang disediakan diharapkan mampu memberi fasilitas akses internet selama sebulan penuh. Jadi, pastikan para penerima memanfaatkannya dengan maksimal.

  1. Membantu Menjaga Fokus

Adanya Kuota Belajar Kemendikbud Dosen juga membantu para penerima untuk fokus dengan aktivitas belajar mengajar masing-masing. Sebab tidak perlu pusing lagi mencari kuota dan uang untuk membelinya.

Tinggal fokus untuk belajar dan mengajar, yang tentu memberikan hasil lebih maksimal. Hal ini penting untuk memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan lancar, sehingga kegiatan pendidikan di Indonesia tidak terhambat karena adanya pandemi.

👉 Baca Juga :  Letak Calon Ibu Kota Baru Bernama Nusantara