harga minyak goreng kapan turun

Harga Minyak Goreng Naik, Ini Penyebabnya !

Ironis, Indonesia merupakan penghasil minyak sawit terbesar di dunia dengan total perkebunan sawit yang mencapai 16,38 juta hektar yang sudah tersebar di berbagai provinsi, dan sekarang yang terjadi adalah kelankaan ketersediaan stok minyak goreng dan harga minyak goreng naik, apa sebenarnya yang terjadi .

Kenapa Harga Minyak Goreng Naik ?

Data gabungan yang terdiri dari Produksi minyak kelapa sawit menyatakan bahwa pada tahun 2021 Jumlah ketersediaan yang ada mencapai 46,89 Juta Ton, jumlah ini lebih kecil dibandingkan dengan pada tahun 2020 yang total produksi minyak mencapai 47,02 ton.

Walau demikian, berdasarkan perencanaan pendistribusiannya jumlah ini masih bisa untuk mencukupi kebutuhan masyarakat inodnesia untuk tahun 2021-2022. Hal ini menjadikan Indonesia merupakan Negara dengan konsumsi minyak goreng tertinggi di dunia.

Akhir-akhir ini masyarakat dikeluhkan dengan melecitnya harga minyak goireng dan kelangkaan ketersediaan minyak, hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap harga minyak goring itu sendiri, dan imbasnya ibu-ibu rumah tangga sangat merasakannya.

Pasti banyak yang bertanya-tanya, kenapa harga minyak goring dan ketersediaan nya semakin berkurang bahkan tidak ada, mengingat Indonesia merupakan Negara dengan penghasil minya sawit terbesar di dunia. Lho malah tidak ada minya di Indonesia dan Sekalinya ada harga nya sangat tinggi, Hal ini akan sangat membebani kalangan ibu rumah tangga dalam menjalankan tugasnya sebagai penyaji yang terbiasa dengan memasak untuk keluarganya.

Pada artikel ini akan dibahas secara tuntas mengapa hal demikian bisa terjadi dan apakah ada potensi kembalinya harga normal untuk minyak goring sehingga masyarakat Indonesia tidak kesulitan dalam aktivitas masak memasak.

👉 Baca Juga :  Tahun Baru Imlek Jatuh Pada 1 Februari 2022, Year Of Tiger

Penyebab Harga Minyak Goreng Naik

  1. Lonjakan Harga Minyak Nabati Dunia

Salah Satu penyebab dengan adanya peningkatan harga pada minyak goreng di Indonesia adalah efek dari lonjakan harga minyak nabati dunia, dimana ini sangat mempengaruhi harga minyak goreng yang ada di indoensia. Selain itu, factor cuaca yang menjadikan minyak nabati tertekan dalam produksi minyaknya.

  1. Permintaan Biodiesel untuk Program B30

Kemudian kondis yang menyebabkan harga minyak di Indonesia semakin tinggi adalah produksi CPO yang sedang menurun, pada sisi lain kebutuhan akan pangan terhadap minyak goreng akan tetap terus meningkat.

  1. Pandemi Covid-19

Adanya Pandemi menjadi penyebab utama harga minyak goreng terus merambat naik dan akan terus menaik. Hal ini dikarenakan produksi CPO mengalami penutrunan drastic di era Pandemi ini. Selain itu, arus logistik juga ikut terganggu imbas adanya Covid-19.  Menurut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan menyebut turunnya pasokan minyak sawit dunia seiring dengan turunnya produksi sawit Malaysia sebagai salah satu penghasil terbesar.

Dan juga rendahnya stok minyak nabati lainnya, seperti adanya krisis energi di Uni Eropa, Tiongkok, dan India yang menyebabkan negara-negara tersebut melakukan peralihan ke minyak nabati.

Pendapat Bereskri Terhadap Kelangkaan ketersediaan Stok Minyak Goreng

Menurut Satgas Pangan Bareskrim Polri Penyebab adanya Kelangkaan Ketersediaan Stok Minyak Goreng ini berawal saat harga minyak goreng turun, lho ko bisa ?

Menurutnya dari hasil investigasi yang dilakukan pihak Bareskrim Pada Retail Modern, Kondisi dan ketersediaan stok ini masih mencukupi dengan menyesuaikan harga eceran tertinggi atau HET Yaitu 14.000 Per Liternya.

Sementara pada toko-toko kelontong ketersediaan stok minyak goreng ini kosong dan akan didistribuiskan setiap 2-4 hari sekali dengan mengunakan harga HET 14.000 Per Liternya.

👉 Baca Juga :  BLT Minyak Goreng 2022 Akan Segera Cair !

Brigjen Polisi Wisnu Menyatakan kelangkaan minyak goreng ini disebabkan oleh adanya keterlambatan pendistribusian dari distributor, hal ini yang menjadikan permintaan produk semakin banyak dan menumpuk sehingga terjadi permainan harga yang dilakukan oleh beberapa oknum untuk mengambil senbuah keuntungan pribadi.

Maka Brigjen Polisi Wisnu ini menghimbau kepada semua masyarakat yang ingin membeli Minyak goreng ini bisa langsung membeli ke Ritail Modern karena harganya akan tetap mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu Rp. 14.000 Per Liternya.

Harga ini lebih Universal dibandingkan dengan harga yang ditetapkan oleh beberapa toko ritail tradisional dan terlihat akan lebih mahal dengan menetapkan harga diatas HET Yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Maka dalam menyikapi permalasahan harga yang melambung tinggi, pemerintah akan menetapkan sebuah kebijakan yang harus dilakukan oleh pasar ritail tradisional dan modern, sehingga tidak akan merugikan salah satu pihak dari Distributor dan Pedagang.

Dengan kebijakan ini maka akan bisa terjadi kestabilan harga dan tentunya akan bisa menstabilkan ketersediaan stok minyak itu sendiri.

Demikian ulasan mengenai melambungnya harga minyak yang ada di Indonesia dan wacana pembaruan kebijakan harga sesuai pemerintah. Semoga artikel ini bisa membantu pembaca dalam menyikapi kondisi terkini yang terjadi di Negara Indonesia.