Alasan Pindahnya Ibu Kota ke Kalimantan

Alasan di Balik Pindahnya Ibu Kota Negara ke Kalimantan

Pindahnya Ibu Kota Negara Indonesia – Dalam hasil putusan Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR RI telah menyiarkan kabar terbaru terkait rancangan Undang-Undang ibu kota negara (RUU IKN) resmi menjadi Undang-Undang.

Dengan tersiarnya kabar tersebut, secara resmi pemerintah telah menetapkan bahwa  pemindahan Ibu Kota Negara dari kota Jakarta ke Kalimantan Timur adalah keputusan mutlak dan siap dilaksanakan. 

Adapun hasil dari Undang-Undang IKN tersebut telah menyetujui nama ibu kota negara baru dari DKI Jakarta menjadi Nusantara. Dikutip dari sumber terpercaya, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa pun mengatakan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan proses pemindahan dengan bertahap. 

Lalu, apa  Alasanya di Balik Pindahnya Ibu Kota Negara ke Kalimantan? Perpindahan ini terjadi, tentunya bukan tidak ada sebab musababnya. Melainkan keputusan bulat pemerintah terkait pemindahan ini tentunya sudah mempertimbangkan segala aspek didalamnya. 

Alasan Pindahnya Ibu Kota ke Kalimantan  

Pindahnya Ibu Kota Negara ke Kalimantan

Pemilihan nama Nusantara tersebut untuk ibu kota negara nantinya sudah melewati berbagai kajian dan pertimbangan para ahli bahasa dan sejarah. Namun, jika diTanya apa alasan pindahnya Ibukota ke Kaltim? Inilah alasannya: 

  • Populasi Pulau Jawa Sudah Padat 

Alasan pindahnya ibu kota ini karena beban kota Jakarta dan pulau jawa sudah terlalu sempit dan padat. Menurut SUPAS di tahun 2015 lalu tercatat 56.56% jiwa masyarakat yang terkonsentrasi di pulau jawa.

Sedangkan di pulau lainnya, pembagiannya kurang dari 10% terkecuali di pulau Sumatera yang tercatat berkontribusi sebanyak 21, 78% dari jumlah keseluruhan populasi di Indonesia. Sementara itu Kalimantan yang memiliki luas lebih besar dari pulau jawa, hanya berkontribusi sebanyak 5m05% atau setara dengan 15.801.800 jiwa dari keseluruhan total Populasi di Indonesia. 

  • Sumbangan Ekonomi di PDB 

Selain itu, alasan pemerintah memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan karena sumbangan ekonomi di pulau Jawa terhadap ekonomi Indonesia atau produk domestic bruto PDB tercatat mendominasi. Sedangkan di pulau lain, memiliki nilai lebih tinggi. Dengan perpindahan ini,

👉 Baca Juga :  Mengenal Calon Ibukota Baru Indonesia

Presiden RI berharap Indonesia menjadi negara yang sejahtera dan makmur. Presiden RI juga ingin menghapus istilah “ Jawa Sentris” dan ingin meningkatkan sumbangan dari pulau lainnya. menurut BPS tahun 2018 silah, sumbangan ekonomi untuk PBD dari pulau Jawa hanya 58,49%. 20,85% lainnya disumbang oleh JABODETABEK. Dan pertumbuhan ekonomi  di pulau Jawa sendiri hanya 5,61%. 

  • Krisis Air Bersih 

Tidak hanya populasi, pemerintah pusat juga menilai kalau ketersediaan air bersih menjadi pemicu dalam penentuan lokasi ibu kota yang baru. 

  • Dominasi Jawa Berada di Konversi Lahan 

Menurut dari hasil modeling KLHS Bappenas tahun 2019 mengarahkan, konversi lahan paling luas adalah di pulau Jawa. Proporsi konsumsi tersebut terbbangun di pulau Jawa dan mendominasi bahkan hingga menembus angka 5 kali lipat dari Kalimantan. Di 2000 proporsi lahan yang terbangun di pulau Jawa telah menginjak di 48,41%.

Sementara itu, berkurang menjadi 46,49% dari 2010. Menurut pemerintah, diperkirakan lahan terbangun di pulau Jawa pada 2020 dan 2030 mendatang bisa mencapai 44,64 dan 42,79% mengejar rencana pemindahan ibu kota yang baru

Sementara itu Kalimantan, terbangun lahannya hanya 9,29% di tahun 2010. Dan proporsi lahan terbangun di wilayah ini diperkirakan akan mengalami peningkatan di tahun 2020 menjadi 10,18% dan 11,08% di tahun 2030 mendatang. 

Demikian, itu saja pembahasan yang dapat saya jabarkan di kesempatan kali ini. semoga bermanfaat dan membantu menjawab pertanyaan dan rasa penasaran kalian selama ini.